Senin, 08 Februari 2016


Jika mereka mengirimiku bunga, aku ingin tahu apa kau mengirimiku benakmu.


22 Februari 2014 

Dara Lara


Hari bergulir.
Gelap ke terang akhirnya ke gelap jua.

Seorang dara dengan luka.
Sudutnya hati porak-poranda.
Sewindu langkah telah murka.

Ia hanya dara.

Rindu rasa yang bisa buat gembira.
Hapus lumpur di sepatunya.
Buang dahan kecil di jari manisnya.
Melompat setinggi-tingginya, untuk jatuh sedalam-dalamnya.
Hilang terlalu jauh, untuk muncul terlalu dekat.

Ia benci "Kau cantik."
Ia suka "Kau penting."
Ia sulit percaya.

Dara lara, putri mega.


4 Maret 2014

..


"Setelah tendanya terpasang, si penjual gula-gula menawari si anak gula-gula pertama yang dibuatnya hari itu. Si anak mengucapkan terimakasih, memakan gula-gula itu, dan meneruskan perjalanan.

Belum jauh ia berjalan, mendadak ia menyadari..tadi, ketika sadang mendirikan tenda kios itu, si penjual gula-gula berbicara bahasa Arab, sementara dia sendiri berbahasa Spanyol.
Tapi mereka bisa saling memahami dengan sempurna.

Pasti ada bahasa yang tidak bergantung pada kata-kata, pikir si anak lelaki. Seperti ketika aku berkomunikasi dengan domba-dombaku, dan sekarang aku mengalaminya dengan manusia."

-The Alchemist-



10 Maret 2014

..


"Memang adakah sesuatu yang diam?
Adakah sesuatu yang tidak berubah?
Tidakkah semua ini berubah-ubah terus?
Juga kepercayaan manusia?
Juga keadaan suatu bangsa?
Juga kekuasaan suatu stelsel?

Sebagai manusia, aku pun suka menghitung waktu.
Kusobekkan satu halaman dari kalender.
Lagi satu bulan umurku tambah. Lagi satu bulan dunia lebih dekat pada saatnya untuk 'diam'. Untuk 'diam', sebab tidakkah dunia pun seperti gundu yang berputar pula, yang pada akhirnya akan habis putarannya, lantas 'diam'?"

-Atheis-


10 Maret 2014

Paranoia


Kali ini aku benar-benar merasa takut pada kehidupan.
Terbersit bahwa apapun selalu bisa menjadi hal buruk.
Perasaan aneh yang berbeda. Merasa berbeda karena sama.
Tiba-tiba..
Tiba-tiba aku masuk dan menjadi satu.
Aku takut bergerak.
Takut menoleh.
Takut melirik.
Takut bernapas.
Aku takut berpikir.
Takut karena takut.

13 Maret 2014

Banyak Sayang untuk Momon


Menurut uwi, kita hanya tetesan air hujan yang jatuh ke tanah yang sama.

Tadi sore uwi bertemu seseorang yang baru. Namanya Momon. Fabian memanggilnya Om Momon.
Di sela-sela kegiatan menggambar kami, Fabian berbisik di telinga uwi, “Sst.. Dia cacat.”
Rambut Momon sudah beruban namun angannya tetap di usia enam tahun.
Momon tidak menikah, tapi di hatinya selalu ada Ian, panggilan sayang untuk Ibu Dian, ibunya Fabian. Teman bermainnya sewaktu kecil.

Ibu Dian terus tumbuh dewasa, sudah dua kali menikah dan sudah punya dua orang anak. Tapi Momon tetap bermain kejar-kejaran dan tertawa, dan selalu sayang Ian. Tetap selalu ingin tahu dan ingin memeluk siapapun yang ia sayangi.

Momon selalu lucu. Selalu membuat orang tertawa.
Momon tidak peduli tentang sebab tawa itu. Apakah karena Momon pandai melucu atau karena mereka menertawakan Momon.
Momon hanya bahagia jika melihat orang tersenyum dan tertawa.

Momon pria spesial yang baik hati dan polos.

Momon hanya ingin berbagi tawa dan berbagi ‘Sayang Momon’ untuk semua orang.
Momon tidak memikirkan kantor atau uang. Satu-satunya nafsu yang ia miliki adalah nafsu makan.
Dan Momon bilang bagus pada gambar buatan Fabian.
Momon selalu menjadi anak-anak.

Tapi uwi sangat sedih saat melihat Momon sedih. Momon sedih karena malam itu dia harus pulang.
Dia tidak mau melambaikan tangan, atau mengucapkan salam perpisahan atau bahkan menoleh.
Momon berlalu dan kami hanya bisa melihat punggungnya semakin menjauh.
Momon sedih jika mengucap salam perpisahan.
Momon sedih tidak bisa main kejar-kejaran lagi, tidak bisa peluk ‘Sayang Momon’ lagi, tidak bisa tertawa bersama lagi.

Momon sayang semua orang.
Fabian sayang Momon meskipun tidak mau dicium pipinya.
Uwi sayang Momon. Semua sayang Momon.
Itulah sosok dewasa dalam diri Momon.

Banyak sayang untuk Momon.

14 Maret 2014

Kamis, 04 Juni 2015

Bulan Curang

Bulan curang.
Kita tahu saat dia rapi sekali tanpa serat-serat awan itu, orang banyak yg jatuh cinta.
Lalu?
Sudah.
Susah.
Dia jauh. Tinggi.
Kita hanya berhak tahu bahwa matanya sedang merayu dari sana.
Elegan. Tapi menyebalkan.